Menteri Jonan minta PLN lakukan efisiensi PLTU Tenayan
Merdeka.com - Menteri ESDM Ignasius Jonan mengingatkan PT PLN (Persero) agar dapat melakukan efisiensi dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan, Pekanbaru yang berkapasitas 2x110 MW. Hal tersebut dilakukan agar tarif listrik dari pembangkit tersebut bisa lebih murah.
"Saran saya, memang konsumsi energinya sekitar 700 gram batu bara per kwh. Nanti tolong carikan alat agar maksimal 500 gram per kwh. Karena kalau bisa lebih efisien, tarif listriknya mudah-mudahan lebih baik," kata Jonan dikutip Antara, Minggu (18/12).
Menurutnya, masyarakat banyak yang mengkhawatirkan kenaikan tarif listrik, sehingga efisiensi PLTU tersebut sangat penting untuk dilakukan. Bukan hanya itu, PLN juga perlu memperhatikan pasokan batu bara yang berkelanjutan dalam operasional PLTU Tenayan.
"Harus ada jaminan tidak akan terhenti (pasokannya). Saya dengar stoknya 20-30 hari," imbuhnya.
Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin dalam kesempatan yang sama mengaku yakin kebutuhan batu bara untuk operasional dua unit pembangkit di PLTU Tenayan bisa dipenuhi. Pasokan batu bara berkalori rendah didapat dari tambang di Pulau Sumatera dan diangkut melalui Sungai Siak.
"Setiap bulan satu unit butuh 1,5 juta ton, itu bisa kami suplai. Kami punya cadangan di 'coal yard' (lapangan batu bara) untuk 20-30 hari. Jadi tidak ada 'discountinue' (berhenti)," jelas Amir.
Unit I PLTU Tenayan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada Januari 2017, disusul oleh Unit II pada Februari 2017. Dengan beroperasinya PLTU Tenayan, pasokan tenaga listrik di wilayah Sumatera bagian tengah akan bisa tercukupi.
"Rasio elektrifikasi di Riau sekarang sudah 82 persen. 2019 kami targetkan bisa mencapai 97 persen. Ini kami kejar terus. Kami tinggal selesaikan pembangunan jaringan dan transmisi setelah menyelesaikan kebutuhan pembangkit," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berharap PLTU Tenayan bisa segera beroperasi guna memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat. "Kami harap PLTU ini bisa segera beroperasi. Karena pertumbuhan permintaan listrik tinggi sekitar 9 persen per tahun, maka PLN perlu memikirkan proyek yang masih mandek ke depan," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya