Menteri Jonan minta PLN ganti bahan bakar PLTD dengan CPO
Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menginstruksikan PT PLN (Persero) untuk mengganti bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas 1.800 Mega Watt (MW), dari solar menjadi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).
"Kami telah menginstruksikan PLN untuk mengubah setidaknya 1.800 MW mesin diesel menjadi 100 persen CPO," kata Jonan, saat membuka forum bisnis Indonesia Finlandia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10).
Dia pun menginginkan, penggantian bahan bakar fosil menjadi bahan bakar nabati pada pembangkit listrik tersebut, dapat diterapkan tahun ini. "Kami harap bisa dilakukan tahun ini. this is real," ujarnya.
Jonan mengungkapkan, pada sektor transportasi pemerintah telah menetapkan kebijakan pencampuran 20 persen biodiesel dengan solar (B20). Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga dapat menghemat devisa.
"Kami sudah terapkan B20, ini tantangan terbesar dan termasuk isu logistik dan transportasi, tetapi kami tetap jalankan terus program ini," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno juga telah mengarahkan, PT PLN (persero) mencari sumber energi alternatif untuk melistriki wilayah Papua dengan cepat. Salah satunya memakai minyak kelapa sawit.
Rini mengatakan telah berbicara dengan Direktur Perencanaan Koorporat PLN Syofvi Felienty Roekman, ada mesin pembangkit yang menggunakan bahan bakar 100 persen minyak sawit.
"Tadi bicara dengan Bu Syofvi ada 100 persen mesin pakai minyak kelapa sawit," kata Rini, di Jayapura, Papua, seperti ditulis Sabtu (25/8).
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya