Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jonan dipusingkan sistem pengawasan program BBM satu harga

Menteri Jonan dipusingkan sistem pengawasan program BBM satu harga Sertijab Menteri ESDM. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam rencana penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Tantangan pertama yang menjadi perhatian pihaknya adalah perihal pengawasan.

Menteri Jonan dipusingkan dengan masalah pengawasan ini karena dinilai akan menjadi sulit. Sebab, potensi permainan harga bisa saja terjadi di tingkat pedagang eceran.

"Yang jadi tantangan pertama itu pengawasan harus dijalankan dari waktu ke waktu supaya tidak ada harga eceran sampai ke tangan konsumen berbeda. Itu berbahaya," ujarnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (27/10).

Kedua, lanjut mantan menteri perhubungan ini adalah pelaksanaan BBM satu harga ini harus diperkuat dengan payung hukum dalam bentuk peraturan menteri (Permen) ESDM‎. Saat ini beleid tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk diterbitkan.

‎"Dalam beleid tersebut sudah dijalankan termasuk perhitungan margin dan sebagainya dan yang dianggap sebagai subsidi silang yang dilakukan oleh Pertamina atau badan usaha hilir lain yang menjual eceran itu di wilayah kerja masing masing itu akan segera dikeluarkan," jelasnya.

"Mestinya minggu depan (permen) keluar. Targetnya 1 Januari 2017 bisa berjalan. Ini yang penting sekali untuk pemerataan dan keadilan sosial," pungkasnya.

Menurutnya, tantangan itu saat ini perlu diselesaikan lebih cepat agar penerapan BBM satu harga dapat direalisasikan pada 1 Januari 2017 mendatang.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP