Menteri ESDM: Usai rusuh, produksi di Blok Cepu mulai normal
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menanggapi santai mengamuknya para pekerja di proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) 1 Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa hari lalu. Dia menyadari, kemarahan pekerja dipicu perubahan aturan.
"Cepu itu terjadi karena ada perubahan peraturan. Kan itu fasilitas produksi sudah mau mulai berfungsi. Itu aksesnya harus ditertibkan, kemudian juga jam istirahat harus mulai diatur," jelas Sudirman Said usai menghadiri diskusi bertajuk 'Pembangunan Pembangkit 35.000 Mega Watt: Menguak Mimpi Menjadi Realita' di Aula Barat ITB, Senin (3/8).
Menteri Sudirman Said memastikan, aktivitas produksi di blok migas tersebut sudah berangsur normal. "Hari ini malah saya sudah dapat laporan normal kembali produksinya, tinggal melakukan recovery terhadap akibat dari kericuhan," ucapnya.
Insiden kerusuhan tersebut membuat produksi minyak di Blok Cepu berkurang hingga 55.000 barel per hari. "Itu konsekuensi dari setop sementara. Tapi sudah hidup lagi kok, sudah normal lagi," katanya.
Seperti diketahui, kerusuhan di proyek minyak Blok Cepu dipicu kemarahan ribuan karyawan yang tidak puas pekerja sub-kontraktor PT Tripatra Samsung, menyusul kebijakan baru perusahaan. Dua mobil dan fasilitas pengeboran di komplek tersebut dirusak.
Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan insiden ini terjadi lantaran para pekerja subkontraktor marah karena tidak diizinkan meninggalkan area kerja lebih cepat saat waktu makan siang.
"Pekerja subkontraktor yang dipekerjakan melalui Tripatra-Samsung, kontraktor EPC 1, tidak diperbolehkan meninggalkan area kerja lebih cepat saat makan siang. Beberapa pekerja menjadi marah dan situasi memuncak dan menyebabkan kerusakan kepada bangunan dan kendaraan," kata Erwin.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Djoko Siswanto Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui insiden kerusuhan tersebut membuat produksi minyak di Blok Cepu berkurang hingga 55.000 barel per hari. Untuk itu, Kementerian ESDM meminta ExxonMobil selaku operator mengamankan fasilitas strategis proyek tersebut.
"Sebagai efeknya produksi agak menurun sedikit. Produksi hari ini dilakukan pada Early Oil Expansion (EOE) & Well Pad B dengan Potensi loss +/- 50.000-55.000 barrels of oil per day (BOPD). Mudah-mudahan besok dapat kembali normal" ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/8). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya