Menteri ESDM: Rumah pakai listrik subsidi, tapi parkir 2 mobil
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyebut pemberian subsidi listrik rumah tangga 450 volt ampere (VA) dan 900 VA selama ini mengandung kerusakan moral (moral hazard). Sebab, sebagian besar dari 44 juta pemakai listrik subsidi itu memiliki pendapatan di atas rata-rata.
Mereka menikmati tarif listrik 30 persen lebih rendah dari harga keekonomian. Makanya, pemerintah berencana mengalihkan anggaran subsidi listrik golongan tersebut ke masyarakat miskin.
"Kenyataannya, teman-teman di PLN menemukan data di lapangan pakai listrik 900 VA, tapi di rumahnya terparkir 2 mobil . Nah ini yang harus dibersihkan pada waktunya," ujarnya, di Jakarta, Rabu (24/6).
Kemungkinan, menurut Sudirman, kerusakan moral juga terjadi di tubuh perusahaan setrum negara.
"Kan kira-kira begini, pengguna itu nggak akan di-approve kalau nggak ada yang meng-approve. Tapi kami mengerti bahwa teman-teman PLN sudah bekerja keras untuk memperbaiki efisiensi."
Maka itu, Kementerian ESDM dan PLN tengah mematangkan pola distribusi listrik sesuai masyarakat miskin. Salah satunya, masyarakat miskin diberi kartu untuk mendapatkan subsidi guna membayar listrik dengan tarif keekonomian.
"Kami nggak bisa menyalahkan subsidinya. Untuk memerangi moral hazard itu kami perlu membuat sistem yang menutup peluang terjadinya itu. Karena itu ingin dicari pola subsidi yang lebih tepat," terangnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya