Menteri ESDM minta belanja pegawai tahun depan tak naik tinggi
Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK mulai menyusun dan menyiapkan draft postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Pemerintah mengklaim melakukan pelbagai perubahan besar terhadap postur anggaran.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan RAPBN 2016 lebih efisien, terutama dari sisi belanja pegawai atau PNS. Pendisiplinan terhadap belanja pegawai akan dilakukan secara masif dan besar besaran.
Pemerintahan Jokowi-JK menjanjikan memperbesar porsi atau alokasi belanja modal agar bisa memberi dampak langsung pada masyarakat.
"Belanja aparatur jangan naik tinggi-tinggi. Di APBN 2016 yang pertama memang harus melakukan efisiensi pendisiplinan belanja aparatur berbasis kinerja dan memaksimalkan belanja modal. Belanja pegawai barang aparatur diefisienkan. Kalau dibutuhkan meningkat boleh tapi jangan mengada-ada," ucap Sudirman dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/4).
Dari pengakuan Sudirman Said, dalam penyusunan anggaran tahun depan, pemerintah tidak akan terpaku pada anggaran tahun ini. Dia mengkritik kebiasaan pemerintah sebelumnya dalam penyusunan anggaran. Menurutnya, pemerintahan sebelum Jokowi cenderung berpatokan pada anggaran tahun sebelumnya dengan dibumbui sedikit perubahan.
"Ke depan dalam penyusunan kita jangan semata mata menggunakan APBN tahun lalu jadi pedoman. Kalau biasanya hanya melihat APBN tahun sebelumnya lalu minta tambahan misalnya 10 persen. Ini terjadi berkali kali," katanya.
Mantan Dirut PT Pindad ini mengaku sedang melakukan konsolidasi internal dalam penyusunan anggaran. Sekaligus menunggu pengesahan pejabat eselon 1 yang rencananya akan selesai akhir bulan ini.
"Akhir bulan ini Kepres eselon 1 akan selesai. Kita segera menata eselon 2 dan 3. Akhir bulan konsolidasi selesai. Kita masuk training penyamaan visi," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya