Menteri ESDM: Butuh Rp 23,3 T bangun cadangan minyak untuk 15 hari
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun cadangan minyak strategis untuk jangka waktu 30 hari. Namun, pemerintah akan memulainya dengan membangun cadangan untuk 15 hari dengan total dana yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp 23,3 triliun.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan saat ini harga minyak sedang merosot sehingga dana yang digelontorkan pun akan jauh lebih minim.
"Tim kami di ESDM dan BPH Migas telah menghitung kira-kira apabila kita ingin membangun mulai dari 15 hari itu membutuhkan dana berapa," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4).
Dia menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk membangun cadangan minyak untuk 15 hari adalah Rp 23,3 triliun. Terdiri untuk pembelian komoditas seharga USD 880,2 juta atau sekitar Rp 11,6 triliun dan untuk BBM 15 hari yang membutuhkan dana USD 888,7 juta atau Rp11,7 triliun.
"Jadi total kebutuhan dana membangun 15 hari cadangan kurang lebih Rp 23,3 triliun," jelas dia.
Dia mengungkapkan, tim telah mengidentifikasi kemampuan pemerintah untuk menyimpan cadangan minyak tersebut. Saat ini, Indonesia memiliki tangki minyak yang telah ada (idle) baik milik swasta, BUMN, ataupun milik KKKS yang akan memberikan tambahan kemampuan penyimpanan selama 3,58 hari.
"Kita juga sedang membangun tangki yang akan segera jadi yang diperkirakan bisa menyimpan 6,56 hari. ke depan apabila dimungkinkan kita harus bangun tangki baru yang diperlukan untuk kapasitas 19,86 hari," ungkapnya.
Dari hasil identifikasi timnya tersebut, tangki yang idle ataupun yang sedang dibangun bisa dimanfaatkan untuk menampung produk kurang lebih sekitar 10 hari. Perhitungan ini pun telah diusulkan kepada Presiden Jokowi, Kementerian Keuangan dan Bappenas.
"Ini yang sudah kita usulkan kepada bapak presiden maupun menkeu dan bapennas kita sudah sampaikan ini," tutup dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya