Menteri ESDM buka wacana Freeport bangun smelter di Gresik dan Papua
Merdeka.com - Meskipun gubernur dan seluruh bupati di Papua melakukan lobi ke sejumlah pejabat pemerintah pusat, mereka belum mendapat titik terang soal keputusan pemerintah terkait lokasi pembangunan smelter PT Freeport Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menuturkan, pemerintah pusat belum bisa memutuskan lokasi pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia. Sudirman meminta waktu sepekan untuk mengambil keputusan.
Sudirman beralasan, dia harus meninjau langsung kondisi dan kesiapan Papua jika smelter harus dibangun di sana. Setelah itu, kata dia, baru bisa mengambil keputusan.
"Kita akan tinjau lokasi, jalan sudah dibuka, listrik sudah mulai dibangun. Kalau kecenderungannya siap lokasi kita akan jadi, karena barang setengah jadi tidak usah harus diangkut (ke Gresik)," ucap Sudirman di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/2).
Muncul wacana baru. Sudirman tidak menutup kemungkinan jika smelter Freeport dibangun di dua tempat jika Freeport setuju. Mereka masih punya waktu hingga 2019 untuk membangun dua pabrik.
"Tapi bisa keduanya di Gresik bisa jalan dulu sambil persiapan di Papua. Intinya smelter harus ada selama tambang beroperasi sehingga memberi nilai tambah dengan hilirisasi," tegasnya.
Dia menuturkan, pihaknya sudah mendengar aspirasi semua pihak. Papua tetap ingin Freeport membangun smelter di daerahnya. Sudirman mengaku, dia juga harus mendengar masukan dari Freeport.
"Ini kan ada 3 aspek, pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Freeport. Pekan depan kita akan memutuskan pembangunan smelter. Namun pilihan pembangunan smelter bisa mendorong ekonomi sekitar. Sekarang di Gresik silakan, jangka panjang baru di Papua. Kesimpulan di lapangan bersama Freeport pekan depan. Pemerintah harus juga mendengar semua aspirasi semua pihak," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya