Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri ESDM beri sinyal harga Premium dan Solar turun di April

Menteri ESDM beri sinyal harga Premium dan Solar turun di April SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Pemerintah bakal menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium dan Solar. Rencana tersebut akan diumumkan pada tanggal 1 April.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan tolak ukur penetapan harga BBM dihitung dari harga minyak dunia dan kurs dalam 3 bulan sebelumnya.

"Kalau dilihat dari seluruh aspek memang akan mengalami penurunan," kata Menteri Sudirman kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/3).

Menteri Sudirman menuturkan masih belum bisa merinci besaran harganya. "Penurunannya berapa sedang kami bahas, sedang kami kaji dengan perhitungan 3 bulan. Tapi dipastikan 1 April akan ada harga baru," tutupnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite sebesar Rp 200 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penurunan ini sejalan dengan terus merosotnya harga minyak mentah dunia. Ini berpengaruh pada harga indeks pasar BBM tersebut.

Dia menyebut, harga pertamax di Jakarta yang semula Rp 7.950 per liter turun menjadi Rp 7.750 per liter. Pertamax plus turun dari Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.750 per liter.

Penurunan harga juga terjadi pada produk diesel berkualitas tinggi, Pertamina Dex. Per 15 Maret mendatang, Pertamina Dex dijual dengan harga Rp 8.600 per liter dari semula Rp 8.800 per liter. Adapun, Pertamax Racing tidak mengalami perubahan.

"Penurunan ini ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dan produk dunia. Besaran penurunan harga sebesar Rp 200 per liter berlaku sama untuk seluruh daerah dan untuk produk Pertamax/Bio Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex yang berlaku terhitung mulai 15 Maret pukul 00.00," kata Wianda di Jakarta.

Dia melanjutkan, pertalite juga turun Rp 200 per liter, dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 7.300 per liter. Solar/Biosolar nonsubsidi mengalami penurunan lebih dalam yaitu Rp 400 per liter di seluruh daerah.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP