Menteri Erick Proyeksi Perdagangan India-RI Bakal Meningkat Berkat Bandara Kulanamu
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir optimistis, Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara bakal mendorong hubungan dagang antara Indonesia-India jadi lebih erat.
Pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu kini resmi telah berpindah ke PT Angkasa Pura Aviasi, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero) yang juga jadi perusahaan konsorsium bersama GMR Group dari India.
Acara penandatanganan penyerahan dilakukan di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (7/7). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.
Menteri Erick menilai, kolaborasi tersebut bakal menciptakan Kualanamu sebagai international hub. Sehingga Sumatera Utara secara konektivitas udara akan langsung terhubung dengan India.
"Perdagangan selatan ke selatan sangat berpotensi. Tak hanya berbentuk barang, tapi juga transportasi dari manusianya sendiri," ujar Menteri Erick, Kamis (7/7).
Dia menekankan, Indonesia dan India sebagai negara berpopulasi besar memiliki hubungan dagang yang sangat bagus. "Kita perlu daging. Tapi India juga perlu batu bara dari Indonesia. Ini konteks yang saling menguntungkan," imbuhnya.
Perbaiki Rantai Pasok
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKerjasama antara AP II dan GMR pun otomatis akan mendorong trafik yang lebih tinggi dari India ke Indonesia, maupun sebaliknya. Sehingga maskapai dari kedua negara tak perlu dulu transit ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Ini poin positif. Pembangunan ekonomi tak hanya di Pulau Jawa saja. Ekonomi di Pulau Sumatera juga jadi kekuatan sendiri. Bapak Presiden sudah investasi jalan tol di sana. Ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sana dan membuka lapangan pekerjaan," urainya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut juga akan memperbaiki sistem rantai pasok Indonesia, yang selama ini dianggap lemah.
"Bagaimana kita bisa berkompetisi kalau harga logistik mahal. Kita ingin pastikan ekosistem di darat-laut-udara harus lebih kompetitif, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen per tahun akan terus tumbuh sampai 2045, dan jadi negara ekonomi terbesar keempat dunia," pungkasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya