Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Erick Pastikan BUMN Siap Beli Ventilator Buatan Indonesia

Menteri Erick Pastikan BUMN Siap Beli Ventilator Buatan Indonesia Erick Thohir kunjungi RS Pertamina Jaya. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengaku siap membeli ventilator buatan lokal. Namun, jika produksi dalam negeri harus memenuhi standar kesehatan yang sudah ditentukan oleh kementerian kesehatan.

"Sangat menarik, ventilator itu sebelum dipakai harus ada standar yang benar, dan tentu izin bukan dari kami, tapi dari kementerian kesehatan, selama standarnya sudah siap pakai, kita siap," kata Menteri Erick dalam konferensi Pers, Selasa (7/4).

Meski bantuan ventilator yang datang, Menteri Erick ragu apakah kebutuhan dalam negeri akan terpenuhi. "Saya rasa kan ventilator secara sudah mulai berdatangan, tapikah jumlahnya cukup atau tidak? karena itu rapat kemarin dengan presiden sendiri, kepala BNPB menyarankan pembuatan alat ventilator lokal, ada UI dan ITB. Nah BUMN siap saja," ujar Menteri Erick.

Menteri Erick menyambut baik jika memang ventilator akan diproduksi secara lokal demi memenuhi kebutuhan. BUMN pun siap menyerapnya.

"Kita siap saja, kalau memang ada, kita bisa beli dan kita pergunakan, toh kalau kita lihat rumah sakit BUMN itu ada 611 ICU, nah hari ini mungkin baru 60 persen. Nah yang 40 persennya bisa dari lokal kita bisa beli, asal memang standar-standarnya sesuai," pungkasnya.

Erick Thohir: 9 Alat Uji Massal Virus Corona Mendarat Hari Ini

9 alat uji massal virus corona mendarat hari ini rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut bahwa 9 alat uji tes massal virus corona akan mendarat di Indonesia hari ini. Alat tes tersebut akan melengkapi satu alat tes massal yang sebelumnya sudah ditempatkan di Rumah Sakit Pertamina Jaya.

"Alhamdulillah saya dapat laporan Wamen hari ini 9 unit sudah mendarat. Selain satu yang sudah ter-install itu (di RS Pertamina Jaya)," kata Erick dalam Video Conference di Jakarta, Selasa (7/4).

Erick mengatakan, dengan adanya alat canggih tersebut maka pengujian virus corona bisa dilakukan lebih dari 1.000 per hari. Nantinya, alat ini tidak hanya dipasang di Jakarta, namun juga daerah lain yang membutuhkan seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kita sudah memastikan 10 lab yang kita beli yang bisa tes di atas 1000 orang per hari. Kita akan install tidak hanya Jakarta. Tapi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan provinsi lain," paparnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP