Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Erick Diminta Beri Perhatian pada Aspek Citra Holding BUMN

Menteri Erick Diminta Beri Perhatian pada Aspek Citra Holding BUMN Erick Thohir. ©istimewa

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir terus berkomitmen melakukan efisiensi di perusahaan pelat merah, dengan menggabungkan sejumlah perseroan ke dalam holding. Keberadaan holding diharapkan membuat BUMN tetap kompetitif dan sehat pasca pandemi Covid-19.

Namun, Director of Brand, Research and Strategy Iconomics Alex Mulya coba mempertanyakan, apakah holding BUMN baru tersebut bisa punya citra yang kuat di hadapan publik.

"Lalu bagaimana citranya? Karena biasanya citra anak perusahaan itu, citra perusahaan BUMN ini sebelum digabung sudah lebih kuat. Ada citra BUMN-nya, ada citra produknya," ujar Alex dalam sesi webinar, Kamis (24/3).

"Nanti begitu digabung jadi holding, bagaimana nih? Apakah brand dari BUMN-nya hilang diganti jadi brand holding? Kalau ada dua BUMN yang mirip, lalu ada dua produk, gimana tuh?" tanyanya.

Alex mendorong Menteri Erick untuk menciptakan image bagus bagi holding BUMN yang telah dan akan dibentuknya. Jika pencitraannya semakin bagus, maka penjualannya bakal semakin lancar juga.

"Kalau citranya bagus, government akan semakin supportif. Kalau citranya tidak bagus, akhirnya government sebagai stakeholder akan semakin banyak intervensi dan tidak kompak antara investor, stakeholder dengan manajemen," tuturnya.

Ekspektasi Tinggi pada BUMN

pada bumnRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut dia, ekspektasi publik terhadap perusahaan BUMN lumayan besar, baik dari sisi komersial maupun sosial. Sisi sosial lebih bersifat pembangunan, public communication. Sementara sisi komersial lebih kepada citra masyarakat terhadap produk buatannya.

"Dengan adanya holding ini ada bagusnya juga. Itu penggabungan dari banyak BUMN yang menyediakan produk sejenis. Itu (tadinya) menciptakan inefisiensi. Produk sama, ngapain disediakan oleh banyak perusahaan," kata Alex.

Begitu pun dari sisi distribusi yang menjadi tidak efisien. Sebab, konsumen kerap bingung untuk membanding-bandingkan dua produk yang terkesan sama dari dua BUMN yang berbeda.

"Jadi holding ini memang kalau bisa menciptakan sinergi dan efisiensi, itu besar sekali manfaatnya," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP