Menteri Enggar soal harga telur ayam naik: Akibat pelemahan Rupiah
Merdeka.com - Harga telur ayam di berbagai daerah terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu belakangan. Kenaikan tertinggi di DKI Jakarta terjadi di Pasar Pesanggrahan sebesar Rp 30.000 per Kilogram (Kg). Demikian dikutip dari infopangan.jakarta, Rabu (11/7).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kenaikan harga telur dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar Rp 14.300 per USD. Hal ini kemudian berdampak pada kenaikan pakan ayam.
"Harga pakan naik karena Dolar ya. Nanti kita akan duduk bersama-sama dengan penjual pakan berapa sih anda untungnya, dengan kenaikan ini berapa, bagaimana," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta.
Enggar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan asosiasi perunggasan agar harga telur bisa sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Di mana HET telur menurut Kementerian Perdagangan sebesar Rp 22.000 per Kg.
"Kita sudah bicara dengan Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat), alasannya ya bahwa yang pertama pakannya naik. Kemudian dok dia juga naik baik harga beli pakannya meningkat. Solusinya nanti," jelasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya