Menteri BUMN yakin transaksi elektronik pangkas kemacetan di tol
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meyakini transaksi elektronik bisa memangkas antrean kendaraan yang seringkali mengular di gerbang tol. Sebab transaksi elektronik hanya memakan waktu tiga detik lebih cepat ketimbang pembayaran manual yang sekitar delapan detik.
"Tol itu harusnya jalan cepat, tapi jadi lama karena transaksi di gardu pintu tolnya lama. Kalau nanti semua bisa pakai kartu tol, kecepatannya pembayarannya kan jadi tiga kali lipat. Inilah yang perlu kita kejar," ujar Rini saat menghadiri peluncuran e-payment toll kolaborasi Jasa Marga dan Himpunan Bank Negara (Himbara), Bekasi, Senin (21/3).
Dia mengungkapkan, transaksi elektronik di gerbang tol masih minim. Sebagai gambaran, penggunaan e-money Bank Mandiri baru sekitar 20 persen dari sekitar 110 juta transaksi di gerbang tol jasa marga saban bulan.
"Empat bank ini diharapkan memudahkan pembelian e-payment Toll dan juga isi ulangnya," katanya.
"Nanti saya juga akan mengimbau Pertamina supaya seluruh SPBU-nya bisa melayani top up atau isi ulang kartu untuk memudahkan para pelanggan."
Hal senada diungkapkan Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman. Dia mendorong bank pelat merah memudahkan konsumen melakukan pengisian ulang kartu tol.
"Orang Indonesia itu inginnya gampang, tidak antre. Maka itu kami minta agar bank-bank sosialisasi untuk tempat buat isi ulang agar lebih mudah dan cepat."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya