Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Basuki Pastikan 241 Waduk Beroperasi Amankan Pasokan Air Jelang Musim Kemarau

Menteri Basuki Pastikan 241 Waduk Beroperasi Amankan Pasokan Air Jelang Musim Kemarau Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pantau Pengerjaan Tol Cisumdawu. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengoptimalkan pengoperasian infrastruktur tampungan air di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok hasil pertanian dan persediaan air bersih, terlebih disaat merebaknya pandemi COVID-19 serta sebagai upaya mengantisipasi dampak kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan pada sumber air untuk pertanian dan air baku.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyampaikan instruksi Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah harus menjamin beberapa hal dalam masa pandemi COVID-19 untuk kebutuhan dasar yaitu pangan, kesehatan, dan pelayanan dasar.

"Untuk itu Kementerian PUPR berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi menjamin ketersediaan air saat musim kemarau tiba," kata Menteri Basuki dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (21/5).

Berdasarkan hasil pantauan lapangan, total waduk operasional tercatat sebanyak 241 waduk, meliputi 16 waduk utama dengan volume ketersediaan air sebesar 4.721 miliar m3, dengan areal irigasi yang tepat dapat dilayani sebesar 512.515 Ha (96,57 persen) dari total 530.738 Ha.

Dari 16 bendungan/waduk utama, 10 waduk memiliki tinggi muka air normal, meliputi: Jatiluhur, Cirata, Saguling, Batutegi, Sutami, Wonorejo, Bili-Bili, Kalola, Way Rarem, dan Ponre-Ponre. Sementara 6 waduk memiliki tinggi muka air di bawah normal meliputi: Kedungombo, Wonogiri, Wadas Lintang, Cacaban, Selorejo, dan Batu Bulan.

Musim Kemarau Diprediksi Terjadi Pada April-September 2020

diprediksi terjadi pada april september 2020Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain waduk, Kementerian PUPR juga memantau ketersediaan air dari 4.227 embung dan 344 situ dengan volume tampungan total sebesar 338,8 m3. Disamping itu disiapkan juga 7.914 sumur bor dengan memanfaatkan jaringan irigasi air tanah dan air baku seluas 118.652 Ha dan air tanah untuk air baku sebesar 2.386 m3/detik, 4.098 sumur bor berfungsi normal yang tersebar di 7 Provinsi, yakni Sumatera 488 sumur, Kalimantan 46 sumur, Sulawesi 701 sumur, Jawa 1.514 sumur, Bali – Nusa Tenggara 1.190 sumur, Maluku 2 sumur, dan Papua 148 sumur. Sementara sisanya, sebanyak 3.816 sumur bor mengalami gangguan operasional.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perkiraan Awal Musim Kemarau 2020 akan terjadi pada bulan April, Mei (dominan), Juni, dan Juli, dan puncaknya akan terjadi di bulan Agustus hingga September 2020.

Dampak kekeringan (hidrologis) tersebut diprediksi akan terjadi terutama pada di 10 provinsi yaitu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulsel, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua dengan wilayah terdampak di 90 Kabupaten/Kota. Selain itu untuk pertanian, wilayah yang diprediksi akan terdampak khususnya di 10 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua dengan luas area irigasi terdampak 1.142.168 Ha.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP