Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Basuki bantah kecelakaan konstruksi karena kejar target pembangunan

Menteri Basuki bantah kecelakaan konstruksi karena kejar target pembangunan Basuki Hadimuljono. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono berjanji akan terus mengevaluasi penyebab seringnya kecelakaan di proyek konstruksi belakangan ini. Selain Sumber Daya Manusia (SDM), pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap alat yang digunakan.

"Seringnya kejadian kecelakaan, seringnya di hari libur, malam hari, kita evaluasi, ada peralatan harus umurnya kurang dari 6 tahun, yang terbaru anjlok LRT itu belum ngapa-ngapain, cuma mindah alat, tapi terjadi, itu jam 5 pagi," kata Menteri Basuki, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/1).

Kecelakaan tersebut juga sedang diselidiki oleh komite keamanan konstruksi. Hal tersebut akan direlaksasi lebih dulu, jika untuk pekerjaan berat dilarang dilakukan pada saat malam hari. "Kita akan ada relaksasi mungkin penerangannya kurang dan sebagainya," ucapnya.

Menteri Basuki membantah seringnya terjadi kecelakaan karena target proyek yang harus segera diselesaikan. "Tidak ada hubungan antara mempercepat kerja dan kecelakaan kerja," ujarnya.

Menurutnya saat ini pembangunan proyek di Indonesia belum berjalan cepat. Dia mencontohkan target pembangunan jalan tol 1.000 km dibangun dalam waktu 5 tahun, sehingga masih kalah cepat jika dibandingkan dengan negara lain.

"Malaysia sudah berapa puluh ribu km dia punya jalan tol. Filipina, jangan kita ngomong China ya. China itu targetnya 1 tahun 4000 km. Kita 5 tahun 1000 km. Jadi, pekerjaan kita ini masih belum banyak," jelasnya.

Menteri Basuki-pun menyebut bahwa semua pekerja telah tersertifikasi. Bahkan sebelum bekerja ada training lebih dulu. Dia menambahkan, terkait bantalan crane jatuh di Jatinegara akibat human error.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP