Menteri Bambang ingatkan pemda kasus stunting hambat pertumbuhan ekonomi
Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah stunting atau gizi buruk. Permasalahan stunting ini berdampak pada terhambatnya pembangunan ekonomi Indonesia.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menyatakan dalam penyelesaian hal ini peran pemerintah daerah sangat penting. Sebab, dengan adanya kasus stunting pada suatu daerah otomatis perekonomian di daerah tersebut akan terhambat.
"Pemda ini melalui kampanye ini kita berikan penyadaran yang paling penting bahwa stunting itu akan menghambat mereka dalam pertumbuhan ekonomi. Akan sulit bagi mereka tumbuh terutama dalam jangka waktu panjang terutama kalau mereka tidak memperhatikan masalah stunting," ujarnya dalam sebuah acara diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (7/6)
Dia melanjutkan penyelesaian masalah stunting akan melibatkan banyak sektor. "Makanya sekarang kita melakukan pendekatan lintas sektor, harapannya kalau misal dalam penelitian mulai penelitiannya terkait dengan hal-hal yang bisa berpengaruh pada stunting," kata Menteri Bambang.
Menteri Bambang menjelaskan, penanganan stunting mesti melibatkan banyak sektor terutama dalam melakukan penelitian. Sebab, permasalahan stunting terjadi karena banyak fakfor.
"Misalkan mengenai penelitian kesehatannya sendiri, penelitian mengenai gizi maupun penelitian mengenai pembangunan wilayahnya. Karena kadang-kadang masalahnya bukan pada gizi tapi masalah pada ketertinggalan wilayahnya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Bambang menyebut bahwa stunting sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan perkembangan ekonomi suatu negara. Apabila terus dibiarkan, stunting dapat merugikan ekonomi.
"Stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Jika PDB negara kita Rp 13.000 triliun pada 2017, maka diperkirakan potensi kerugian akibat stunting dapat mencapai Rp 200-300 triliun per tahun," kata Menteri Bambang.
Pemerintah Indonesia telah menjadikan upaya penurunan stunting sebagai solusi sekaligus investasi untuk menghasilkan SDM yang berdaya saing. Dalam upaya penurunan stunting, diharapkan SDM Indonesia mampu bersaing di era ekonomi digital yang memerlukan penguasaan teknologi tinggi, serta diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertaka kehidupannya, dari janin hingga dua tahun. Kondisi ini menyebabkan perkembangan otak dan fisik terhambat, rentan terhadap penyakit, sulit berprestasi, dan saat dewasa mudah menderita obesitas sehingga berisiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya