Menteri Anies tak tambah jatah dana pendidikan untuk Indonesia Timur
Merdeka.com - Tidak dipungkiri, kondisi kehidupan rakyat di wilayah Indonesia Timur jauh tertinggal dibanding di wilayah barat. Tidak hanya soal infrastruktur dan kesehatan, dalam hal pendidikan pun tak kalah memprihatinkan.
Sebagai bukti, dana pendidikan untuk kawasan Indonesia timur tidak ditambah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengungkapkan, dana untuk pendidikan ditetapkan sebesar Rp 409 triliun. Dari total itu, sebanyak Rp 254 triliun akan dialokasikan untuk pendidikan di daerah. Sedangkan sisanya, Rp 155 triliun atau 32 persen, dialokasikan untuk pusat.
Namun, Menteri Anies tidak menyebutkan porsi anggaran untuk masing-masing daerah. Dia hanya menyebut, dana pendidikan untuk wilayah Indonesia Timur tidak mengalami perubahan. "(Anggaran) untuk di sana besarannya masih sama," kata Anies di Jakarta, Selasa (13/1).
Menteri Anies menegaskan, alokasi terbesar dari dana itu akan digunakan untuk peningkatan kualitas guru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana membagi jatah tiap wilayah Rp 3 triliun untuk dana pendidikan daerah, sesuai skema yang telah direncanakan. Besarnya dana yang dikelola kementeriannya, dijanjikan bakal dimaksimalkan. "Sehingga nantinya akan dilakukan baik," ujarnya.
Dengan dana sebesar itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani meminta Menteri Anies meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Dia meyakini, melalui pendidikan akan tercipta manusia unggul. "Dengan pendidikan yang baik akan ada manusia unggul," tegas Puan.
Putri dari Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri ini berharap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga dimaksimalkan fungsi dan keberadaannya. "Paud ini akan memberikan kesempatan di desa, paling tidak seimbang," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya