Mentan Amran sebut 25.000 hektar sawah gagal panen
Merdeka.com - Kementerian Pertanian mengeluarkan data terbaru mengenai kondisi pertanian Indonesia. Tercatat, hingga kini sudah 25.000 hektar sawah atau lahan pertanian di Indonesia mengalami gagal panen (puso).
"Sampai hari ini puso kurang lebih 25.000 ha," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kemenko, Jakarta, Selasa (25/8).
Amran mengakui, gagal panen terjadi karena El Nino yang melanda Indonesia. Meski demikian, kondisi ini tidak merusak seluruh lahan pertanian. Amran mengatakan, El Nino hanya berdampak di wilayah selatan khatulistiwa.
Selanjutnya, untuk kawaasan yang tidak terkena dampak El Nino akan dioptimalkan.
"Sekarang ada distribusi pompa daerah yang ada air, seperti Bengawan Solo dan Sungai Cimanuk di Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini ada 50 ribu hektar yang diselamatkan," jelas dia.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian mencatat sebanyak 40.627 hektar sawah mengalami puso atau gagal panen sepanjang musim hujan, Oktober 2014-Maret 2015. Itu sekitar 0,50 persen dari luas sawah di Tanah Air yang mencapai 8.186.545 hektar.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Dwi Iswari mengatakan, puso terbesar diakibatkan oleh banjir yang melanda 34.222 hektar sawah. Ini terjadi di Aceh, Jawa Timur dan Banten.
Kemudian, puso disebabkan kekeringan seluas 5.929 hektar. Terjadi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.
Selanjutnya, puso karena hama tanaman seluas 476 hektare. Kondisi terparah terjadi di Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Banten.
"Pusonya terjadi di Februari," ujar Dwi Iswari, Jakarta, Kamis (20/8).
Untungnya, luas sawah mengalami gagal panen pada musim kemarau, April-Juli 2015, menurun. Yakni, seluas 19.724 hektar atau 0,44 persen dari luas tanam 4.529.751 hektar.
Puso terbesar disebabkan kekeringan, seluas 10.696 hektar. Terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. "Puncaknya berlangsung Juni."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya