Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mentan Amran minta selisih data beras jangan dipermasalahkan

Mentan Amran minta selisih data beras jangan dipermasalahkan Mentan Amran Sulaiman. Novita Intan Sari©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkan persoalan selisih data antara BPS dengan Kementan. Beda data ini berujung pada impor beras yang dilakukan pemerintah.

"Iya, selalu, selalu. Kalau ada perbedaan sedikit tidak perlu besarkan," ujar Amran di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (2/12).

Amran menegaskan, perbedaan data tersebut akan terus diperbaiki bersama dengan BPS. Namun, kata dia, Kementan tengah mendahulukan ketersediaan benih untuk masa tanam tahun depan.

"Itu akan kita perbaiki. Ini mungkin perbedaan sedikit. Sekarang ini yang kita pentingkan adalah benih. Kemudian, kerja mempercepat tanam karena sekarang sudah musim hujan. Alhamdulillah El Nino tidak berkelanjutan sampai Maret," jelas Amran.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri di musim gaduh.

"Demi rakyat. Bukan demi hanya satu orang untuk jaga citra, tidak. Demi menjaga jangan harga beras (tidak) naik. Karena data BPS itu susah dipertanggung jawabkan, ya," tutur JK.

Lebih lanjut JK mengatakan, keputusan impor dilakukan setelah adanya perhitungan mengenai kecukupan pasokan beras tanah air.

"Berkali-kali saya katakan yang paling penting pemerintah menyiapkan cadangan nasional yang cukup. Nah termasuk, dari impor tidak apa-apa," ujar JK.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP