Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mentan Amran kembali digoyang, disebut jadi anak kesayangan Jokowi

Mentan Amran kembali digoyang, disebut jadi anak kesayangan Jokowi Amran Sulaiman. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman kembali disentil dan disebut tak becus dalam menjalankan tugasnya. Amran dituding menjadi menteri yang paling dilindungi dan disayang Jokowi, meski kesejahteraan petani tidak berubah, bahkan menurun.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri menilai Menteri Pertanian Amran Sulaiman tak bisa mengelola anggaran subsidi di sektor pertanian, terutama subsidi pupuk dan benih. Seharusnya, petani bisa sejahtera dengan besaran anggaran yang diberikan untuk sektor pertanian, namun tak terjadi.

"Pertanian yang paling buruk tapi Mentan (Amran) yang paling dilindungi Presiden (Jokowi)," ujar Faisal dalam acara PKB bertema Sara, Radikalisme, dan Prospek Ekonomi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1).

Faisal mengaku akan terus mengkritik kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang tak berpihak pada rakyat. Salah satunya, kenaikan harga jagung dan beras, meski harga kedua kebutuhan pokok tersebut di dunia mengalami penurunan. "Harga jagung dan beras di dunia turun kita engga turun, Thailand malah turun," katanya.

Menurut Faisal, anjloknya kesejahteraan petani bisa dilihat dari turunnya indeks nilai tukar petani (NTP) yang menghitung rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

"Mereka (Kementan) kalau nulis jangan nilai tukar petani, dipikir orang takut sama dia, preman jadi menteri. Harga pangan melangit implisit negara lain turun harga tinggi yang untung bukan petani dan konsumen," tegas mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini.

Faisal menegaskan kritikan tersebut membuat pihak Kementan menawarkan proyek atau pekerjaan agar tak terus mengkritik. Namun, dia mengaku menolak tawaran proyek tersebut. "Mentan mengurus BLT, kalau saya kritik datang orang Kementan nawarin proyek. Saya tolak memang saya bisa dijual," tegasnya.

Lalu apa kata Kementerian Pertanian soal kritikan ini? Silakan klik selanjutnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP