Menristekdikti: Saya bayangkan orang berlayar bisa kuliah lewat ponsel saja
Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menegaskan bahwa pendidikan jarak jauh (PJJ) sangat dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0. Apalagi, angka partisipasi kasar (APK) Pendidikan Tinggi masih berada pada angka 32,5 persen.
"Dalam hal membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dapat dilakukan PJJ. Seperti dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang dapat menjangkau banyak wilayah, baik di dalam, maupun di luar negeri melalui program belajar jarak jauhnya," katanya seperti ditulis Antara, Selasa (4/9).
Menristekdikti yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut menambahkan, saat ini dunia telah berada pada era Revolusi Industri 4.0, oleh karena itu sistem pendidikan tinggi termasuk PJJ harus mampu beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman.
Sistem PJJ yang selama ini dijalani oleh UT harus juga dapat berevolusi dan mendapat sentuhan perkembangan teknologi 4.0 agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.
Menristekdikti menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ada pergeseran yang luar biasa, saat ini produk apapun dapat terintegrasi digital, fisik, dan human-nya. Hal ini dapat dimanfaatkan di bidang pendidikan jarak jauh.
"Saya membayangkan nantinya orang yang sedang berlayar di berbagai belahan dunia bisa berkuliah dengan hanya membawa ponsel pintar", ujarnya.
Dia mengatakan UT dapat menjadi satu pilihan untuk mendidik bangsa Indonesia menjadi lebih baik. "Harapan saya APK Pendidikan Tinggi Indonesia pada 2019 bisa tumbuh mencapai 35 persen," tandas Menristekdikti.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya