Menristek Bambang Sebut Covid-19 Jadi Krisis Ekonomi Terbesar yang Pernah Ada
Merdeka.com - Menteri Ristek dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 terkontraksi karena disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi domestik tercatat minus 2,07 persen, menjadi terparah atau pertama kalinya kalinya sejak 1998.
"Penyebab kontraksi bukan krisis keuangan global tetapi Covid-19," kata dia dalam acara Indonesia Economic Outlook 2021, secara virtual, Senin (8/2).
Dia menyadari, pandemi global yang terjadi akibat Covid-1 menjadi krisis ekonomi terbesar yang pernah menimpa. Ratusan tahun yang lalu, terjadi flu spanyol, namun ekonomi global belum terbuka saat ini bahkan belum mandiri, sehingga dampak ekonomi itu besar tapi terbatas.
"Namun saat ini ekonomi globalisasi dan setiap negara di dunia tidak terkecuali terkena dampak negatif dari pandemi ini," katanya.
Mantan Kepala Bappenas itu menambahkan, jika dilihat dari struktur pertumbuhan ekonomi, maka pertanian merupakan satu-satunya sektor yang positif. Sementara yang lainnya mencatat pertumbuhan negatif, termasuk kontributor terbesar untuk PDB yaitu manufaktur yang minus 2,3 persen mirip dengan sektor perdagangan.
"Dalam pertumbuhan PDB ini menurut sektor, ada fenomena yang menarik. Informasi dan komunikasi sektor, kontribusi relatif kecil ke ekonomi pertumbuhannya secara konsisten tinggi sebelum dan selama pandemi yang berarti sektor ini kebutuhan dasar manusia," jelasnya.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu menyoroti pentingnya informasi dan telekomunikasi sebagai salah satu sektor dasar. "Komunikasi menjadi sangat penting dan didesain sebagai kebutuhan dasar everybody," jelasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya