Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menperin Soal Minyak Goreng Curah Masih Langka: Industrinya Lagi Produksi

Menperin Soal Minyak Goreng Curah Masih Langka: Industrinya Lagi Produksi Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan, industri minyak goreng saat ini tengah memproduksi minyak goreng curah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini menjawab masih langkanya minyak goreng curah di pasaran.

Ini merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Peraturan tersebut mengatur kewajiban penyediaan Minyak Goreng Curah di dalam negeri.

"Industrinya lagi produksi kok. Dan Permen baru terbit hari Jumat. Jadi, kita lihat dua tiga hari lagi," kata Gumiwang, saat ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (24/3).

Dia menjelaskan, peraturan ini akan mengatur masalah produksi juga para distributor sampai ke pengecer. "Jadi, nanti di dalam datanya kita lengkap termasuk dari mana para produsen itu mendapatkan bahan baku. Dan sekarang sebetulnya sudah keluar produksinya dan kita memprediksi bahwa akhir bulan Maret sudah sekitar lebih dari 8000 atau 9000 ton per hari," ujarnya.

"Di mana kebutuhan nasional hanya 7.000 ton. Itu nanti (di akhir) Bulan Maret. Jadi, kita lihat dan sekarang trendnya harga curah itu semakin lama semakin baik," jelasnya.

Sementara itu, untuk di daerah wilayah timur seperti Papua, Maluku dan NTT serta NTB akan membuat kebijakan khusus karena di sana tidak memiliki pabrik-pabrik minyak goreng.

"Untuk daerah wilayah timur nanti kita lihat seperti apa. Karena wilayah timur, dia tidak punya pabrik-pabrik minyak goreng di sana.Kita akan bikin policy khusus untuk wilayah timur, untuk Papua, Papua barat, Maluku, Maluku Utara, NTT dan NTB. Ada mekanisme khusus untuk timur, tetap di subsidi logslistiknya di subsidi pengakutannya, dengan nanti policy khusus," ujarnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP