Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menperin siap beri insentif agar mobil hybrid bisa murah

Menperin siap beri insentif agar mobil hybrid bisa murah airlangga hartarto. ©blogspot.com

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK tengah menggenjot produksi mobil emisi rendah yaitu mobil hybrid dan mobil listrik. Namun, untuk mobil hybrid sendiri harganya diakui sangat mahal, sehingga hanya mampu dimiliki oleh mereka yang berkantong tebal.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan berusaha untuk menekan harga mobil hybrid. Salah satunya dengan cara memberi insentif untuk bea masuk maupun PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) mobil hybrid.

"Struktur harganya itu kan terbentuk karena tarif. Jadi tarifnya baik itu terkait bea masuk maupun PPnBM akan diberikan insentif," ungkapnya di Indonesia Convention and Exibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/8).

Jika dibandingkan mobil listrik, maka industri otomotif tentu akan lebih memilih untuk mendahulukan produksi mobil hybrid. Sebab, dalam produksi mobil hybrid, tidak dibutuhkan tambahan infrastruktur lagi.

"Kesiapan dari industri, mana saja yang siap, tapi logikanya hybrid itu tidak membutuhkan tambahan infrastruktur. Industri pasti akan memilih itu (mobil hybrid) lebih dulu," jelas dia.

Sedangkan mobil listrik sendiri masih membutuhkan tambahan infrastruktur seperti, fasilitas charging dan lain sebagainya. "Kalau electric vehicle (mobil listrik) membutuhkan infrastruktur. Fasilitas charging kalau di luar negeri bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait tempat parkirnya di mana," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP