Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menperin minta Indonesia tak lagi ekspor sumber energi

Menperin minta Indonesia tak lagi ekspor sumber energi

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian menegaskan agar sumber daya energi tidak lagi hanya dijadikan komoditas ekspor, melainkan lebih sebagai modal pembangunan nasional. Konsekuensinya, peran energi sebagai penghasil devisa ekspor lambat laun akan semakin dikurangi dan sebaliknya sumber energi digunakan sebagai bahan baku bagi pengembangan industri manufaktur terutama di luar Jawa.

"Khususnya bagi industri kimia dasar berbasis migas dan batu bara. Sektor industri manufaktur menghendaki jaminan ketersediaan energi dalam jumlah memadai dan harga yang kompetitif," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (5/5/).

Ke depan, lanjut Menteri Saleh, energi listrik akan dibutuhkan dalam jumlah sangat besar khususnya dalam pengolahan hasil tambang (nikel, biji besi, bauksit, tembaga) yang saat ini sedang dikembangkan di luar Jawa.

Selain energi listrik, gas bumi juga akan sangat dibutuhkan industri sebagai pasokan dengan harga yang bersaing untuk bahan baku atau feedstock industri pupuk dan petrokimia serta untuk energi dalam proses produksi.

"Untuk memenuhi kebutuhan gas industri, telah disampaikan usulan harga untuk Jawa Barat dan Jawa Timur sebesar USD 7,18/MMBTU, Sumatera Utara sebesar USD 8,9/ MMBTU, dan harga gas untuk industri pupuk di Teluk Bintuni diusulkan maksimal USD 5/MMBTU," jelasnya.

Usulan itu melalui surat Menteri Perindustrian No. 524 tanggal 17 November 2015 kepada Menteri ESDM tentang Usulan Harga Gas Bumi sebagai Bahan Baku dan Energi bagi Industri.

Terkait dengan pemanfaatan batu bara domestik untuk industri, direncanakan pembangunan industri gasifikasi batu bara dan turunannya di Muara Enim dan Mesuji.

"Rinciannya, rencana pembangunan industri petrokimia di Muara Enim diperkirakan membutuhkan batu bara sebanyak 4,2 juta ton/tahun dari cadangan batubara setempat sebesar 438.000 juta ton dan akan menyerap tenaga kerja 1.196 orang," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP