Menperin: Kenaikan BBM tak banyak pengaruhi industri kecil
Merdeka.com - Menteri Perindustrian (Menperin) M.S. Hidayat mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat tidak terlalu berpengaruh terhadap kawasan industri.
Dari simulasi pihaknya, kenaikan ongkos produksi akibat kenaikan BBM subsidi tidak sampai 2 persen dalam hal biaya distribusi. Kenaikan pun diperkirakan tidak akan lama.
"Sudah kita hitung palingan hanya ada kenaikan kira-kira 1,2 persen. Ini kenaikan memang ada dalam 2-3 minggu dan hanya sementara tapi nanti akan turun lagi," ujarnya usai acara Kadin "Breakfast meeting dengan delegasi yang dipimpin PM Papua Nugini" di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (18/6).
Menurut Hidayat, kenaikan BBM ini hanya berdampak kecil terhadap biaya produksi. Di sisi lain, dengan adanya bantuan BLSM yang digelontorkan 3-4 hari setelah ketok palu sidang paripurna kemarin, dia percaya masyarakat termasuk pengusaha kecil tidak akan terlalu terpukul.
"Dalam 3-4 hari ini administrasinya. Kan harus ada identifikasi dan yang berhak menerima. Dan itu enggak boleh missed dan nantinya di-deliver bantuan langsung untuk 15 juta masyarakat yang paling miskin, untuk BLSM dan beberapa bantuan. Kan bukan hanya BLSM saja, ada beberapa bantuan subsidi, bantuan pendidikan," paparnya.
Namun, Hidayat enggan mengungkap kapan kenaikan BBM akan diumumkan. "Itu semua keinginan pemerintah, (tergantung) bapak presiden. Ketika diumumkan, besoknya (BLSM) sudah bisa dikirim," katanya.
Seperti diketahui, tadi malam, DPR telah memutuskan menyetujui RAPBN-P 2013 yang salah satunya menyetujui pengurangan subsidi untuk BBM. Dengan keputusan ini, harga BBM dipastikan naik. Dari 9 fraksi di DPR, Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, Fraksi Hanura, dan Fraksi PKS menyatakan menolak. Sementara Fraksi Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB menyatakan mendukung. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya