Menperin: Kebutuhan methanol besar tapi RI cuma punya satu pabrik
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya gas murah untuk pengembangan industri di Tanah Air. Salah satu manfaat dari murahnya harga gas ialah tumbuhnya industri methanol.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik methanol yakni PT Kaltim Methanol Indonesia. Usia perusahaan ini pun sudah 20 tahun dan belum ada pabrik serupa sejauh ini.
Padahal, menurutnya, industri methanol memiliki efek berganda pada perekonomian. "Jadi ini ingin kita dorong karena industri methanol ini turunanya banyak," ujarnya saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (28/9).
Menteri Airlangga menambahkan bahwa kebutuhan methanol dalam negeri juga cukup besar. Di mana PT KMI baru bisa memenuhi 500.000 ton dari total kebutuhan 1,5 juta ton.
"Saya dorong industri petrokimia di wilayah Timur di dorong untuk methanol base," tuturnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya