Menperin fokus tingkatkan kompetensi dan kualitas siswa SMK
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program vokasi link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan perusahaan-perusahaan industri guna menghasilkan tenaga kerja yang terampil. Provinsi Jawa Barat menjadi pilihan tahap ketiga, setelah sebelumnya program yang sama sukses digelar di Jawa Timur serta Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan program vokasi industri bertujuan untuk merevitalisasi dan mengembangkan SMK di Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
"Kami tengah fokus menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten karena menjadi sebuah prasyarat untuk mendorong peningkatan produktitivas industri nasional," ujar Airlangga, saat memberi sambutan pada peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di PT Astra Otoparts Tbk Cikarang, Bekasi, Jumat (28/7).
Airlangga menambahkan, program vokasi tersebut juga berpotensi meningkatkan kerja sama pemerintah dengan dunia usaha, memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK dalam melakukan praktek kerja lapangan serta memberikan kesempatan pemagangan industri bagi guru.
"Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin meningkat, perlu diantisipasi dengan pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja atau demand driven," jelasnya.
Kemenperin menargetkan pada 2019, program pendidikan vokasi industri ini akan diikuti sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri dengan jumlah lulusan tersertifikasi yang dihasilkan mencapai 845.000 orang.
"Sebagai tindak lanjutnya, telah dilakukan penyelarasan kurikulum dan silabus sesuai dengan kebutuhan industri, serta penyusunan modul pembelajaran untuk 25 kompetensi keahlian bidang industri, dan telah disampaikan hasilnya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," ungkapnya.
Sebagai informasi, peluncuran program vokasi tahap ketiga di Cikarang diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan beberapa Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya