Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MenPAN: Sudah Siapkan Antisipasi Virus Corona, Tapi Kita Masih Dimaki-maki Masyarakat

MenPAN: Sudah Siapkan Antisipasi Virus Corona, Tapi Kita Masih Dimaki-maki Masyarakat Tjahjo Kumolo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo menilai bahwa pemerintah saat ini sudah cepat dalam menangani dan mengantisipasi penyebaran virus corona. Namun, Tjahjo menyayangkan masih ada masyarakat yang tidak suka dengan langkah yang diambil pemerintah.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan untuk penanganan, mencermati perkembangan dinamika yang berkaitan dengan misalnya virus corona, itu akhir Desember dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) sudah menyiapkan dengan baik. Tapi hari ini masih dimaki-maki masyarakat," kata Tjahjo dalam kegiatan Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik, di Kementerian PAN RB, di Jakarta, Selasa (10/3).

Selain itu, menteri Tjahjo juga menyebutkan beberapa isu di media sosial yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi penyebab virus corona masuk ke Indonesia.

"Dianggap pemerintah tidak siap, mengabaikan dan sebagainya, ada media nasional yang memuat ini karena Pak Jokowi sehingga ada virus corona di Indonesia. Itu contoh kecil, itu yang beredar di media sosial," ungkapnya.

Melihat perkembangan isu yang kurang jelas, dia pun menegaskan supaya semua program yang dilakukan pemerintah harus diinformasikan secara terbuka dan rinci kepada masyarakat. Sehingga, tak ada isu negatif atau hoaks yang berkembang melalui penggunaan teknologi dalam mencari informasi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat.

"Padahal media sosial itu adalah sekarang kebutuhan yang sudah ada tidak hanya di negara kita tapi juga seluruh negara. Maka kita harus jelaskan kepada masyarakat. Itu juga pengalaman bagi saya sendiri yang harus menjelaskan terbuka, umpamanya makan nasi rames ya jelaskan lauknya ini, ini, ini. Harus jelas. Kalau tidak bisa disalahartikan dan bisa dipahami berbeda," pungkasnya.

177 Hoaks Virus Corona Beredar

virus corona beredar rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo), memaparkan sejauh ini terdapat 177 jenis hoaks virus Corona yang beredar di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan rekapitulasi isu hoaks virus corona sejak 23 Januari hingga per 8 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam diskusi publik penanganan hoaks virus Corona di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Senin (9/3).

"Corona ini sudah meresahkan umum dan membuat kepanikan. Kalau sudah keterlaluan (penyebaran hoaks), kami akan mengambil langkah hukum," tutur Semuel.

Pihak kepolisian, kata Semuel, sejauh ini telah melakukan proses penegakan hukum, serta menangkap pembuat dan penyebar hoaks virus Corona. Sampai hari ini ada lima kasus yang sedang ditangani.

Dua kasus di Polda Kalimantan Timur, dan dua lainnya di Polda Kalimantan Barat. Satu kasus di Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Sanksi pidana pembuat dan penyebar hoaks atau disinformasi diatur dalam UU No. 19 Tahun 2019 tentang ITE, dan UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ada beberapa bentuk hoaks virus Corona yang beredar di Masyarakat. Dua di antaranya adalah hoaks atau disinformasi terduga dan korban positif Corona, serta cara mencegah terkena Virus Corona.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP