Menko Rizal: Sekarang TKI yang diekspor banyak tanpa keterampilan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mendorong transformasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kerap dinilai tidak memiliki keterampilan atau unskill, menjadi Tenaga Profesional Indonesia (TPI) yang berketerampilan.
Rizal memproyeksi, transformasi TKI menjadi TPI akan mampu mendongkrak devisa Indonesia dari pengiriman tenaga kerja hingga 5 kali lipat.
"Kalau sekarang dari ekspor TKI yang banyak tanpa skill (keterampilan) kita dapat devisa sekitar USD 10 miliar tahun 2015. Diharapkan dengan transformasi ini bisa meningkat lima kalinya. Itu juga minimum perkiraannya, bisa lebih tinggi," tutur Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (19/4).
Transformasi TKI menjadi TPI, lanjut Rizal, bisa dimulai dengan mengubah sistem pendidikan umum menjadi sistem pendidikan berbasis kejuruan. Meski diakui Rizal, hal ini perlu dilakukan secara bertahap.
Langkah lain yang bisa dilakukan adalah pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) secara maksimal. Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan BLK secara masif di beberapa daerah yang secara khusus menyiapkan SDM sesuai kebutuhan di daerah tersebut, antara lain di bidang mesing, elektronik, hingga pengelasan atau welding.
"Di dalam bidang welding ini, ngelas, Indonesia itu standarnya paling tinggi. Ahli welder Indonesia itu termasuk termahal di dunia. Dan bisa ngelas di bawah air. Tidak banyak tenaga ngelas di dunia yang bisa kaya gitu," tutup Rizal.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya