Menko Rizal Ramli sebut ada tujuh begal terlibat kartel garam
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali membongkar buruknya sistem perdagangan di dalam negeri. Setelah menyebut ada mafia di sektor ketenagalistrikan dan di pelabuhan, kini Rizal Ramli lantang menyebut adanya kartel dalam bisnis garam. Menko Rizal menyebut ada tujuh perusahaan yang mempermainkan harga garam.
Timbulnya kartel lantaran adanya pembagian sistem kuota. Sehingga, importir garam seenaknya mempermainkan harga. Sistem kuota tersebut sangat menguntungkan importir garam.
"Kalau gula namanya tujuh samurai, kalau ini saya anggap tujuh begal. Saya sebut 7 begal garam," ujar dia usai melakukan rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Senin (21/9).
Dia memaparkan, tujuh begal tersebut merusak harga garam petani lokal. Sebab, perusahaan-perusahaan tersebut lebih banyak memasarkan garam impor saat masa panen.
"Kelompok penguasa kuota ini membuat kartel yang sistemnya predatory. Waktu panen mereka naikkan impor supaya petani hancur. Makanya kuota naik terus. Mereka naikkan harga ketika petani sudah mati," kata dia.
Mantan menko perekonomian era Gus Dur ini meminta sistem kuota diganti sistem tarif. Dengan begitu, para importir garam akan dikenakan tarif bea masuk. Sehingga garam impor semakin mahal dan petani garam lokal semakin sejahtera.
"Sistem kuota itu tidak bagus, harus kita ubah jadi sistem tarif," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya