Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Puan: Walaupun defisit, BPJS Kesehatan tetap layani masyarakat

Menko Puan: Walaupun defisit, BPJS Kesehatan tetap layani masyarakat Menko PMK Puan Maharani. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diprediksi akan mengalami defisit (missmacth) sebesar Rp 9 triliun tahun ini. Defisit tersebut disebabkan oleh besarnya pengeluaran yang dibayarkan BPJS Kesehatan, sementara iuran yang masuk tergolong minim.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menilai meski mengalami defisit, namun BPJS masih bisa menanggung klaim masyarakat yang berobat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pelayanan dan tagihan yang akan dilakukan BPJS.

"Kami pastikan bahwa walaupun kemudian ada indikasi defisit BPJS kesehatan, kami pastikan bahwa pelayanan dengan masyarakat akan kami lakukan," kata Puan di kantornya, Jakarta, Senin (6/11).

Meski demikian, dia menekankan agar defisit tersebut tidak terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, dia memandang perlunya diambil langkah-langkah antisipasi untuk pencegahan, juga solusi untuk menutup defisit BPJS kesehatan tahun ini.

"Salah satu hal solusi yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa melakukan cost sharing atau kemudian gotong royong melalui Pemda untuk mengantisipasi BPJS kesehatan agar tidak berlarut larut defisitnya," imbuhnya.

Selain itu, cukai rokok bisa menjadi salah satu solusi tepat untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan saat ini.

"Cukai rokok yang ada di daerah bisa kami lakukan untuk bisa mengantisipasi defisit BPJS ke depan sehingga peran Pemda ke depan itu juga bisa turut aktif tidak hanya melakukan preventif dan promotif saja, sehingga uang di Pemda itu bisa juga bisa melakukan pelayanan kesehatan juga," jelasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP