Menko Luhut target pendanaan perbankan untuk LRT Jabodebek cair November
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menargetkan pencairan dana dari perbankan untuk proyek kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dapat dilakukan November mendatang. Target tersebut dipatok lantaran menunggu sejumlah rincian seperti kepastian trase yang bersilangan di Dukuh Atas dengan proyek LRT Jakarta garapan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
"Pencairan dana targetnya November ini, banknya dari BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI dan CIMB Niaga," ucapnya seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (25/9).
Dengan target demikian, mantan Menko Polhukam itu berharap kesepakatan pembiayaan (financial closing) dapat dilakukan segera. "Kita juga sepakat segera studi untuk pembangunan rute Cibubur-Bogor," tambahnya.
Menurut Menko Luhut, jumlah pinjaman dari lima perbankan itu bernilai sekitar Rp 19 triliun. Namun, angka tersebut belum final.
"Ini belum final, kalau sudah final kita harap swasta melihat strukturnya bagus dan mereka akan masuk," ujarnya.
Proyek LRT Jabodebek dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk (Persero) sebagai kontraktor dan PT KAI (Persero) sebagai investor sekaligus operator. Dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 26,7 triliun yang terdiri atas anggaran negara melalui penyertaan modal negara (PMN) dan kredit perbankan.
Pemerintah menanggung sekitar Rp 9 triliun dan sisanya didapatkan dari kredit perbankan dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan BCA.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya