Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Luhut target dalam lima tahun air Sungai Citarum bisa diminum

Menko Luhut target dalam lima tahun air Sungai Citarum bisa diminum Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menargetkan air Sungai Citarum bisa bersih tanpa tercemar limbah apapun sehingga dapat diminum. Revitalisasi ditarget bisa sempurna dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun ke depan.

"Paling tidak lima tahun, lima tahun kita berharap airnya semakin baik, industri semuanya sudah punya ipal, orang sudah punya MCK, sehingga tidak buang kotoran ke sungai," kata Menko Luhut seperti dikutip dari Antara, di Bandung, Selasa (16/1).

Ditemui usai memimpin Rapat Sosialisasi Penataan Sungai Citarum, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Menko Luhut mengatakan target air Sungai Citarum bisa diminum bisa tercapai jika semua pihak mau bergerak menuntas masalah di sungai tersebut.

"Nanti limbahnya dikelola dan airnya laik untuk diminum lagi, apakah lima atau 10 tahun lagi itu terjadi, kita harus mulai. Itu generasi kamu, saya yang memulai, tidak bisa satu atau dua tahun, jadi kita harus konsisten," ujarnya.

Pihaknya juga memastikan belum akan menerima dana bantuan dari luar negeri untuk mengatasi permasalahan Sungai Citarum. Termasuk dana dari ADB (Asia Development Bank) sebesar Rp 200 triliun.

"ADB menawarkan dana cukup besar sekali tapi itu di Bappenas, tapi kita melihat-lihat, apa perlu kita sampai sebanyak itu, kita evaluasi. (Dana ADB Rp 200 triliun) belum tentu diambil, kita lihat nanti kemarin tidak sebesar itu," tuturnya.

Dia mengatakan saat ini di setiap kementerian sudah ada dana atau program untuk mengatasi masalah Sungai Citarum seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Sekarang banyak kita, dana dari kementerian-kementerian sudah ada programnya, hanya kita belum disinergikan semuanya. Cukup besar beberapa triliun, dari mulai Kementerian PU Pera, Kementerian LHK, macam-macam," kata dia.

"Bantuan internasional banyak ke saya yang nawarin, jadi kita lagi menata karena kita tidak mau manfaat itu malah tidak benar," lanjut Menko Luhut.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP