Menko Luhut: Sektor pariwisata sumbang penerimaan terbesar di 2019
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini, pemerintah mencatat industri pariwisata Indonesia sudah mencapai 10 juta kunjungan. Pemerintah pun menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 20 juta kunjungan di 2019.
Menteri Luhut mengatakan penerimaan sektor pariwisata untuk pendapatan negara sangat sangat besar dibanding sektor lain. "Penerimaan kita (sektor pariwisata) mau USD 20 miliar. Akan ciptakan revenue paling tinggi. Paling banyak pariwisata, baru energi," ujar Luhut dalam diskusi seminar pariwisata, di Hotel Dharmawangsa, Kamis (23/3).
Untuk itu, Luhut berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Pusat harus bersinergi. Sebab, Indonesia memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.
"Kita punya turis itu luar biasa besarannya tinggal kita ini mau kita kelolah nggak. Dan ini tidak bisa satu pihak aja harus semua. Jadi Pemda harus terlibat. Pemda juga koorperatif, jangan hanya Pemda ngundang-ngundang tapi tanahnya dibuat bermasalah. Contoh Mandalika itu 29 tahun masalahnya enggak selesai," tuturnya
Untuk mendorong pariwisata, katanya, pemerintah akan memanfaatkan penunjukkannya sebagai ketua pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan Wold Bank di Nusa Dua Bali.
"Saya ketua meeting IMF di Bali saya manfaatin itu. 18.200 orang-orang kaya akan hadir ke Bali. Dan saya akan bawa ini ke sumbawa dan bapak ibu harus siap mengangkat peluang ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Luhut mengatakan pertemuan tersebut akan dihadiri 15.000 orang yang terdiri dari 189 negara kemudian 300 Menteri Keuangan dan 300 Gubernur Bank Sentral Dunia. Untuk itu, dirinya ditunjuk sebagai jembatan untuk berkoordinasi.
"Nah kita ingin memanfaatkan ini misalnya jadi turis, pergi kemana-kemana, kita maksimalkan itu. Kan enggak sempat yang lain ngurus itu. Yang ngurus World Bank sendiri, yang urus IMF sendiri, nah kita urus itu," ujarnya
"Yang kedua, kan ada banyak CEO perusahaan dunia, bagaimana mengatur pertemuan-pertemuan untuk mereka investasi di indonesia,"
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya