Menko Luhut Sebut Defisit Migas Tak Dapat Dihindari
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo belum lama ini menegur Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno karena defisit migas yang semakin lebar.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa defisit migas tidak dapat dihindari seiring dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri. Sebaliknya produksi justru terus menurun.
"Kan kita sekarang mungkin tahun berapa ya kita akan (konsumsi) 1,7 juta barel. Jadi kita bisa impor nanti, padahal sekarang ini, migas kita cenderung menurun, 800.000 barel mungkin di bawah 800.000 itu. Sisanya kan harus impor," kata dia saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Rabu (10/7).
Dia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan defisit migas yakni dengan mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
"Sekarang banyak energi terbarukan kita olah supaya dan itu juga kewajiban kita karena tahun 2025 kita harus 23 persen energi baru terbarukan," ujarnya.
Upaya terbaru yang dilakukan pemerintah adalah uji coba B30. Penggunaan B30 ini diharapkan dapat menekan impor migas Indonesia.
"(B30) Sudah dicoba, kita berharap awal tahun depan sudah masuk. Karena itu bisa hemat mungkin USD 3 miliar lebih. Saya kira itu akan bagus buat current account deficit kita," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya