Menko Luhut minta ITDC tambah lahan parkir saat pertemuan tahunan IMF-World Bank
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memanggil Direktur Utama Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) Abdulbar S Mansoer, guna membahas mengenai persiapan dari Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali pad 8-14 Oktober mendatang.
Abdulbar menyampaikan, dalam pertemuan tersebut dirinya diminta oleh Menko Luhut untuk memaksimalkan beberapa persiapan seperti fasilitas penyediaan lahan parkir. Pihaknya bersama dengan panitia nasional IMf-World Bank telah menyepakati untuk menambah penyediaan lahan parkir.
"Tadi yang di highlight fasilitas parkir. Jadi yang sudah terdaftar di atas perkiraan jadi sekitar 20 ribu yang tadinya dipetakan 15 ribu. jadi sekarang ITDC koordinasi dengan panitia nasional IMF-World Bank sedang memetakan parkir tambahan," kata dia saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (2/10).
Dia menyebut, ada beberapa tempat yang memang sekiranya luas untuk dijadikan lahan parkir yang berada di luar area maupun di dalam area pelaksanaan IMF-World Bank. Oleh karena itu, beberapa lahan parkir tersebut akan dimaksimalkan untuk gelaran tahunan bank dunia ini.
"Parkiran sedang kita tambahkan karena sesuai dengan kebutuhan yang bertambah terutama di luar kawasan kalau di dalam kawasan akan kita tambah tapi ada beberapa sisi yang bisa kita tambahkan di dalam kawasan juga," sebutnya.
"Di luar kawasan di dekat Lagun. Dekat desa sebelah itu ada satu kawasan. Kita baru mau integrasikan baru saja tadi diarahkan untuk menambah parkir jadi saya akan kembali dalam waktu dua hari lagi jadi akan kita siapkan untuk lahan parkir," tambah Abdulbar.
Dia menyampaikan, untuk teknisnya sendiri seperti pada umumnya. Beberapa kendaraan dari delegasi yang hadir akan disediakan id. "Sistem parkir seperti biasa. jadi di sana ada id jadi semua yang masuk harus bawa id," pungkasnya.
Sementara itu, Menko Luhut menambahkan, persoalan parkir sendiri memang sedang diselesaikan oleh pihaknya bersama ITSC. Ini menjadi penting agar tidak terjadi adanya pungutan-pungutan liar yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Parkir sudah diberesin. Jadi jangan ada aneh-aneh semua untuk kepentingan nasional jadi jangan, kantong kiri, kantong kanan, bicara aneh-aneh gitu saja," pungkasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya