Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Luhut: Investor Menggebu-gebu Datang ke Indonesia

Menko Luhut: Investor Menggebu-gebu Datang ke Indonesia Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Indonesia tidak akan kehilangan investor. Sebaliknya, banyak investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kita tidak kekurangan investor. Saya ulangi sekali, kita tidak kekurangan investor," kata Luhut saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/8).

Alasannya, para investor mengakui keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi. Berdasarkan data kondisi ekonomi Tanah Air sangat kuat. Tercermin dari pertumbuhan di kuartal I dan II masing-masing sudah mencapai 5,01 persen dan 5,44 persen.

Selain itu, tingkat inflasi di Indonesia terkendali di angka 4,94 persen per Juli. Angka ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lainya.

"Investor datang menggebu-gebu karena mereka lihat data," ungkap Luhut.

Begitu juga dengan neraca perdagangan yang tetap surplus selama 27 bulan berturut-turut. Kinerja ekspor aneka hasil tambang Indonesia terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015, ekspor nikel ore Indonesia hanya USD 1,1 miliar. Namun tahun 2021 ekspor iron steel yang merupakan turunan dari nikel ore sudah mencapai USD 21 miliar. Angka ini pun diprediksi terus meningkat sampai akhir tahun.

"Tahun ini akan USD 31 miliar karena sudah datang (produksi) lagi prekusor, katode dan litium baterai," kata dia.

Ekspor akan Terus Bertambah

Tingginya ekspor hasil hilirisasi ini, kata Luhut akan terus bertambah. Ditargetkan nilai eskpornya dalam 2 tahun kedepan bisa tembus USD 300 miliar. "Pada 2024 ekspor kita mungkin dekat ke USD 300 miliar, angka yang fantastis mengenai Indonesia," ujar Luhut.

Luhut pun mengaku jengkel jika masih ada pihak yang memandang Indonesia sebelah mata. Apalagi orang tersebut masih bagian dari Indonesia.

"Jadi kalau orang Indonesia yang mengatakan negerinya jelek, saya kadang mikir ini orang bodoh atau pintar," kata dia.

Apalagi berdasarkan data, Indonesia sudah membuktikan posisinya dan telah diakui oleh para investor di pasar.

"Kalau tidak suka sama sesuatu silakan, itu hakmu, Tapi jagan kau bongi rakyatmu dengan cerita angka yang tidak benar. Angka tidak bisa bohong," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP