Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Luhut harap divestasi 51 persen saham Freeport selesai di 2021

Menko Luhut harap divestasi 51 persen saham Freeport selesai di 2021 Menko Polhukam Luhut Panjaitan datangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia akan selesai sebelum 2021.

"Sebelum (2021) itu kita harapkan bisa (divestasi 51 persen)," kata Luhut usai acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia, di Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Kamis (6/4).

Bahkan, Luhut mengatakan pihak Freeport Indonesia sudah menyetujui divestasi 51 persen saham Freeport ke pemerintah. Sebab, tambang raksasa di Papua merupakan aset bangsa Indonesia.

"Bagaimana tidak setuju, itu kan milik bangsa Indonesia, kita kan ingin (penyelesaian) baik-baik," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk PT Freeport Indonesia. Izin tersebut berlaku selama delapan bulan, terhitung sejak 10 Februari lalu hingga 10 Oktober mendatang.

Sepanjang periode itu pula, Freeport bisa melanjutkan ekspor konsentrat yang sempat terhenti sejak 12 Januari 2017.

"Kami juga masih menghormati ketentuan dalam Kontrak Karya," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (4/4).

Adapun pertimbangan pemerintah mengeluarkan izin lantaran Freeport masih memiliki peranan penting dalam perekonomian Papua. Di sisi lain, menurut Pamudji, pihaknya bakal memanfaatkan delapan bulan tersebut untuk melanjutkan negosiasi dengan raksasa tambang tersebut.

"Di jangka panjang akan ada poin yang dibahas pertama stabilitas investasi, keberlangsungan operasi Freeport, divestasi, pembangunan smelter."

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP