Menko Luhut Gerah dan Marah Uni Eropa Kerap Kampanye Hitam Soal Kelapa Sawit RI
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengaku kesal terhadap isu-isu yang kerap dihembuskan Uni Eropa untuk menekan CPO atau produk kelapa sawit Indonesia. Salah satunya soal lingkungan hidup.
Dia menegaskan bahwa Indonesia punya pandangan serta komitmen yang sama dengan negara-negara Uni Eropa akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Komitmen tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi.
"Kami sudah moratorium, saya katakan di Davos juga jangan dikte kami soal lingkungan. Kami juga tidak mau buat policy yang nanti merusak generasi akan datang. Jadi saya akan hati-hati. Jadi jangan ajari kami soal lingkungan, itu masalah serius untuk kami," kata dia di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3).
Upaya perbaikan lingkungan hidup pun terus dilakukan Indonesia. Sebagai contoh, Luhut menyebutkan budidaya mangrove yang terus dijalankan oleh Indonesia.
"Kami perbaiki mangroves, kami tahu 40-an persen di Indonesia. Kami juga perhatikan orang utan, jangan pikir tidak, tapi banyak lagi orang Indonesia yang penting dari itu. Kami sudah buat daerah untuk orang utan. Internasional yang awasi," ungkapnya.
"Berkali-kali saya pertemuan di Internasional diingatkan soal itu. Nggak perlu lah. Kita tidak terlalu bodoh untuk tidak tahu mana yang harus mana yang tidak harus," tegas dia
Dia mengakui bahwa Indonesia berupaya melakukan negosiasi agar Uni Eropa dapat menghentikan kampanye negatif terhadap CPO. Sebab CPO memiliki dampak besar baik bagi ekonomi, masyarakat kecil, maupun upaya pengentasan kemiskinan.
"Buat kami palm oil sangat penting penurunan kemiskinan, di samping mengakomodasi kerja 20 juta orang. Jadi akhirnya, it's a matter of survival. Kalau ini menyikat sampai begini jauh, kami juga akan bereaksi keras," ujar dia.
Meskipun demikian, Indonesia tentu bisa mengambil posisi tegas terhadap kampanye negatif. Luhut pun menegaskan Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang besar dan sedang tumbuh. "Seperti kita ketahui Indonesia diprediksi akan menjadi 5 atau 4 kekuatan ekonomi dunia pada 2025 dan saya rasa itu berjalan," ujarnya.
"Kami bukan negara miskin, I make it clear kepada teman-teman dari Uni Eropa. Kami negara berkembang dengan potensi bagus," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya