Menko Luhut bantah isu kelangkaan premium di sejumlah daerah
Merdeka.com - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kini mulai sulit ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa daerah. Hal ini memunculkan anggapan bahwa kelangkaan tersebut disengaja agar masyarakat beralih menggunakan bahan bakar pertamax.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan pun menepis isu tersebut. Dia mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga tidak mungkin menyusahkan masyarakat.
"Tidak juga lah, masa pemerintah nyusahin rakyatnya. Pemerintah selalu membuat sebaik mungkin agar masyarakat happy (bahagia)," kata Menko Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (6/2).
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Asman meminta Pertamina tidak mengurangi pasokan premium ke beberapa daerah. Hal ini terlihat ketika dirinya melakukan kunjungan ke Surabaya, di mana ada lima SPBU tidak tersedia premium.
"Di Surabaya saya keliling 5 SPBU itu tidak ada (premium). Cepat habis, seperti setan masuknya premium itu," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/1).
Dengan tidak tersedianya premium, dia menilai jika Pertamina memaksa masyarakat untuk menggunakan pertalite dan pertamax. Padahal pemerintah sendiri tidak mengklaim mengurangi menjual premium.
"Kalau tidak menjual BBM tertentu dia akan dikeluarin (Pertamina). Secara tidak langsung memaksa memakai pertalite dan pertamax," ujarnya.
Azam heran dengan pengurangan premium ini, padahal satu SPBU dipasok 8.000 liter 1 kali per hari. Maka dia meminta penjelasan kepada pihak Pertamina atas hal tersebut.
"Yang mengurusi ini Direktur Pemasaran Pak. Kalau saya Direktur Perencanaan Investasi, sejauh ini kami merasa tidak ada mendengar pengurangan (kuota premium)," jawab Direktur Perencanaan Investasi dan Manejemen Risiko Pertamina, Gigih Prakoso.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya