Menko Darmin sebut China sengaja lemahkan Yuan hadapi perang dagang
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam 2 bulan terakhir, pihaknya mencatat pelemahan mata uang China, Yuan hingga 5 persen. Menurutnya, hal ini sebagai salah satu strategi China untuk menghadapi perang dagang (trade war).
"China itu ternyata tadinya tidak terlalu melemah, tapi dua bulan terakhir pelemahannya 5 persen, dua bulan terakhir masuk periode trade war," ungkapnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (25/7).
Dia mengatakan, pelemahan Yuan ini merupakan bagian dari strategi China untuk menghadapi ancaman perang dagang dengan Amerika serikat.
"Jadi kelihatannya China dalam menghadapi trade war itu mengambil langkah memang membiarkan mata uangnya melemah karena dia ingin supaya, saya kira supaya ekspornya lebih murah di mana-mana," jelas Darmin.
"Selain itu sebenarnya yang mereka lakukan adalah bank sentralnya menyalurkan dana ke dunia perbankan termasuk mengubah semacam giro wajib dalam jumlah yang cukup besar. Itu semua menunjukkan bahwa mereka memang secara sadar menginginkan mata uangnya melemah," imbuhnya.
Pelemahan mata uang regional terhadap dolar pun masih berjalan. Dia mengatakan faktor utama masih disebabkan oleh kebijakan moneter yang dijalankan Amerika Serikat.
"Kita melihat pelemahan mata uang di regional itu kan masih berjalan walaupun makin kecil-kecil perubahannya. Sebenarnya penyebabnya bukan langkah yang ditempuh Tiongkok, tapi bank sentral Amerika juga menjelaskan mereka akan firm untuk mendorong supaya istilah yang mereka pake inflasinya meningkat. Artinya mereka akan menaikkan suku bunga," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya