Menko Darmin pesimis Rupiah bisa kembali ke Rp 13.400 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terus menunjukkan pelemahan. Hari ini, Rupiah dibuka di level Rp 13.922, bahkan Rupiah sempat menyentuh level Rp 13.972 per USD.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu terakhir diakibatkan oleh kondisi eksternal yang tidak menentu. Di antaranya perang dagang antar negara dan prediksi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika.
"Karena gonjang-ganjing belum berhenti. Sebenarnya gonjang-ganjing yang terjadi lebih banyak karena tekanan perang dagang. Kemudian ada tekanan Amerika Serikat akan menaikkan bunga lagi," ujar Darmin saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (24/4).
Melihat kondisi tersebut, Darmin mengatakan, kemungkinan untuk menurunkan nilai tukar Rupiah ke angka Rp 13.400 hingga Rp 13.500 per USD masih cukup sulit. "Kalau pasar sedang bergejolak, itu selalu akan ada waktunya untuk apa, mungkin tidak kembali ke Rp 13.500 atau Rp 13.400 per USD," katanya.
Namun demikian, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD belum yang terburuk. Persentasenya masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara negara lain di dunia.
"Sebenarnya kalau persentasi pelemahan itu kan kita tidak yang terburuk. Kita ya, masih banyak negara yang tajam pelemahannya. Tapi persentasenya yang dilihat. Jangan dilihat absolutnya, karena kita kursnya belasan ribu per dolar," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya