Menko Darmin: Paket kebijakan perlu didukung penurunan suku bunga
Merdeka.com - Pemerintah sedang berusaha meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kondisi perekonomian yang sedang menurun. Salah satu yang dilakukan pemerintah dan otoritas keuangan adalah mengerek tingkat suku bunga perbankan untuk turun secara bertahap.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, harus diakui bahwa tingkat bunga di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat bunga yang berlaku di negara-negara tetangga. Meski diakui bahwa tingkat inflasi Indonesia juga tinggi.
Darmin mengatakan, dalam menghadapi imbas dari kondisi perekonomian dunia yang sedang turun, pemerintah mengeluarkan paket-paket kebijakan yang sudah mencapai jilid kesepuluh. Paket-paket tersebut, perlu dukungan dari semua sisi, termasuk turunnya tingkat suku bunga agar efektif menjaring investor menanamkan modalnya di Indonesia.
"Kita perlu suasana di mana antara lain tingkat bunganya harus menjadi lebih rendah supaya dengan berbagai kebijakan yang sudah ditempuh, paket deregulasi termasuk DNI, macam-macam yang mempermudah investasi, itu tetap, termasuk kita membangun beberapa kawasan," kata Darmin di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/2).
Darmin menambahkan, pembangunan berbagai kawasan, seperti kawasan berikat, kawasan industri dan kawasan pariwisata, mendapat minat positif dari para investor.
"Tapi ya tingkat bunga harus lebih rendah supaya kita bisa merealisasi investasi dan kemudian pertumbuhan yang lebih baik walaupun ekonomi dunia melambat," imbuh Darmin.
Untuk bisa mengerek suku bunga perbankan menurun, langkah yang harus dilakukan adalah mempertahankan angka inflasi. Oleh sebab itu, setelah melakukan berkali-kali rapat bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, disepakati bahwa pemerintah akan mempertahankan angka inflasi tidak lebih dari 4 persen.
"Pemerintah pertama-tama akan mempertahankan agar inflasi tidak lebih dari 4 persen, itu dulu. Kalau itu (inflasi) lebih (dari 4 persen) maka bunga tabungan akan naik, maka dia harus dipertahankan di situ," jelas Darmin.
Untuk itu perlu ada kebijakan-kebijakan yang bisa menekan angka inflasi. Seperti diketahui, penyebab utama inflasi di Indonesia adalah harga pangan. Dengan demikian, harga pangan harus terus terkendali.
Sisi lain selain pangan yang bisa disentuh pemerintah untuk menjaga inflasi di angka 4 persen adalah mengendalikan berbagai tarif yang memang menjadi otoritas pemerintah, seperti tarif listrik, BBM dan gas.
"Kemudian tarif-tarif yang di kendalikan pemerintah juga harus terkendali. Supaya inflasi bisa ditarget jangka menengah dan pemerintah, kalau buka APBN itu targetnya 4 plus minus 1 persen. Titik tengahnya 4. Jadi itu satu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah agar inflasi tidak melampaui 4 persen," tutur Darmin.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya