Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin mulai siapkan langkah hadapi perang dagang dengan AS

Menko Darmin mulai siapkan langkah hadapi perang dagang dengan AS Darmin Nasution. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Rapat tersebut untuk membahas mengenai kondisi ekspor impor perdagangan Indonesia saat ini.

Menko Darmin mengatakan, pemerintah akan membentuk working group untuk menghadapi perkembangan global termasuk perang dagang dengan Amerika Serikat. Working group ini juga akan membahas upaya memperkecil defisit perdagangan Indonesia.

"Belum bisa dibilang lah (anggota working group). Sebenarnya untuk menghadapi perkembangan yang sedang dan akan terjadi dengan adanya perang dagang, dengan adanya kenaikan kebijakan di AS, tentu saja kita harus menjawabnya," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/7).

"Kita sudah rapat sebelumnya dengan Menteri Pariwisata, temanya sama, apa saja yang perlu dilakukan untuk mempercepat kenaikan ekspor. Kenapa itu, barangnya, jangan ditanya dulu apa karena itu tadi baru mulai diidentifikasi lebih persis," sambungnya.

Menko Darmin melanjutkan pemerintah juga masih mengamati bahan impor yang nantinya akan diperlambat. Terkait hal ini. Menko Darmin juga akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan, sebab sektor yang paling banyak melakukan impor adalah sektor migas.

"Kedua kalau impornya yang bisa agak diperlambat yang mana saja. Nah nanti kita akan ada rapat lagi mungkin lebih luas, tadi kan fokus pada industri, fokus pada pariwisata. Mungkin minggu depannya Pertanian, ESDM. Nanti sore malah kita mau rapat dengan Menteri ESDM," jelasnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, koordinasi ini sangat penting karena tekanan terhadap Rupiah yang melemah tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat tetapi juga dipengaruhi oleh defisit neraca perdagangan.

"Kenapa itu penting? Karena tekanan terhadap mata uang kita selain karena perang dagang dan selain karena kenaikan bunga di AS, itu juga datang dari neraca perdagangan kita negatif. Kalau transaksi berjalan banyak negara yang negatif. Lihat saja Brazil, India, Afrika, tapi neraca perdagangan enggak banyak negatif," tandasnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP