Menko Darmin minta bunga khusus nasabah kakap bank BUMN dihilangkan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meminta penghapusan penerapan bunga khusus (special rate) di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Special rate umumnya ada pada produk deposito yang ditawarkan bank ke nasabah pemilik dana besar.
Menurutnya, special rate bisa membuat biaya (cost of fund) di perbankan tinggi. Tingginya cost of fund membuat perbankan enggan menurunkan suku bunga kreditnya.
Penurunan suku bunga kredit perbankan pemerintah diharapkan dapat diikuti oleh pihak swasta. "Itu yang pertama-tama dihilangkan dari memperoleh special rate," kata Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/2).
Maka dari itu, dia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat mendorong implementasi ide ini. "Untuk menurunkan itu, tidak perlu peraturan," imbuhnya.
Menko Darmin menilai, ada peluang bagi pemerintah untuk menekan suku bunga kredit menjadi satu digit. Dengan begitu, bunga pinjaman (lending rate) bisa ikut menurun.
"Untuk corporate loan rate, itu dimungkinkan sekali. Sebetulnya 5 tahun yang lalu satu digit. Dan kita ingin kembali ke situ. Tahun depan akan kita teruskan upaya ini," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya