Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin: Kemiskinan tak bisa diselesaikan satu kementerian

Menko Darmin: Kemiskinan tak bisa diselesaikan satu kementerian Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan pelaku sektor keuangan bekerja sama menyukseskan Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Program tersebut bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup pelaku usaha di tingkat pedesaan melalui pemberian peluang usaha bagi para petani dan nelayan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan sudah saatnya semua kementerian bersatu dan bekerja bersama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal ini lantaran selama ini, program-program pengentasan kemiskinan dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing kementerian.

"Kita belum pernah duduk bersama, mendiskusikan, dan datang bersama ke lapangan untuk kemudian kemudian me-review kembali bahwa boleh jadi, dan saya yakin persoalan kemiskinan masyarakat kita tidak bisa diselesaikan oleh satu per satu kementerian. Harus dikerjakan bersama," kata Darmin, Senin (11/4).

Oleh sebab itu, pemerintah dalam beberapa bulan terakhir ini berkolaborasi mematangkan program sinergi antara kementerian dan lembaga untuk mengentaskan kemiskinan. Akhirnya, program masing-masing kementerian bisa digabungkan ke dalam satu program besar.

"Kita lihat kegiatan di setiap kementerian terkait, kita satukan ke atas menjadi sebuah program besar. Kami sangat percaya, dengan upaya ini kalau apakah berhasil atau sangat berhasil, atau sedikit berhasil itu akan bermanfaat untuk kita membentuk satu contoh bagaimana sebenarnya kita harus menghadapi persoalan di masyarakat, terutama kemiskinan dan kesenjangan," imbuh Darmin.

Darmin melihat Indonesia sebagai negara kaya yang diakui kekayaannya di dunia. Kekayaan Indonesia meliputi hasil pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan sumber daya alam lainnya.

"Sejak dulu kita terkenal dengan penghasil rempah yang dicari-cari berbagai bangsa dunia, seperti pala, cengkeh, teh, tebu dan sebagainya," imbuh Darmin.

Darmin juga mengatakan, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia, mempunyai potensi perikanan dan bahari yang luar biasa. Sayangnya, hal ini belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Kita harus mengakui, kita belum berhasil mengelola ini bersama dengan rakyat kita. Maka apa yang dilakukan hari ini sebetulnya permulaan dari sinergi, dari suatu kerja sama untuk menjawab persoalan real di lapangan," ucapnya.

Darmin menambahkan, petani dan nelayan yang bekerja keras menggarap kekayaan bumi Indonesia, justru mayoritas berada di tataran ekonomi paling bawah.

"Pada dasarnya petani, nelayan di Indonesia dalam kesehariannya telah bekerja sangat keras. Bahkan mungkin paling keras di antara kita. Tapi petani dan nelayan masih banyak yang belum hidup sejahtera, jauh dibanding tenaga kerja di sektor lainnya," tambah Darmin.

Maka dari itu, Darmin mendorong BUMN untuk bekerja sama dengan koperasi, perusahaan swasta, atau bahkan generasi muda dengan menggunakan aplikasi online sehingga bisa menyerap produksi para petani, dan nelayan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP