Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin hanya tertawa ditanya ada reshuffle kabinet jilid II

Menko Darmin hanya tertawa ditanya ada reshuffle kabinet jilid II Jokowi umumkan paket kebijakan ekonomi. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution hanya tertawa saat dikonfirmasi terkait kabar akan adanya perombakan susunan kabinet kerja jilid II. Dia mengaku tidak mengetahui akan adanya kabar reshuffle tersebut.

"Itu tidak paham saya," ungkapnya sambil tersenyum di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/11).

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menampik telah ada persiapan yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Sebab, dia tidak pernah tahu ada pembahasan terkait reshuffle tersebut.

Menko Darmin turut bungkam terkait ada atau tidaknya kemungkinan menteri bidang ekonomi terkena perombakan kabinet ini. "Tidak tahu juga saya," tutupnya.

Sebelumnya, peta koalisi partai politik dengan pemerintah berubah setelah Partai Amanat Nasional menyatakan meninggalkan Koalisi Merah Putih. Meski tidak secara resmi masuk dalam Koalisi Indonesia Hebat, PAN kini dalam barisan parpol pendukung pemerintah.

Tak ada makan siang yang gratis. Tentu saja perumpamaan itu kini bisa ditujukan kepada PAN. Bergabung dengan pemerintah tentu saja ada posisi yang diincar meski dari awal, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan buru-buru menepis partainya mengincar posisi menteri di kabinet Jokowi.

"PAN mengutamakan politik kebangsaan jadi sama sekali kami tidak bicarakan apakah di kabinet dan seterusnya. Di DPR semua program pro rakyat akan kita dukung sama-sama," jelas Zulkifli usai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, 2 September 2015.

Kini isu reshuffle kembali muncul, meski Jokowi baru mengganti tiga menteri koordinator, menteri perdagangan dan sekretaris kabinet beberapa bulan lalu. Lantas, siapakah menteri yang bakal tersingkir dari kabinet jika PAN masuk?

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menegaskan kesiapan partainya jika diberi jatah menteri. "PAN diajak, kami siapkan. Tidak diajak juga enggak apa-apa. Kecenderungan diajak sangat tinggi, tapi itu belum bisa dipastikan. Tapi untuk diajak insya Allah PAN menyiapkan kadernya. Kalaupun tidak diajak kita akan tetap bergabung dengan pemerintah," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Jika melihat hasil survei terbaru, Menteri BUMN Rini Soemarno paling mendapat sorotan. Selain kinerjanya yang dianggap tidak sesuai dengan Nawacita Jokowi, Rini seolah menjadi musuh bersama para politisi PDIP yang kerap menyerangnya.

Survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) yang digelar 24-29 Oktober 2015 di 34 provinsi mengungkapkan ada lima menteri dengan kinerja terburuk. Mereka adalah Menpora Imam Nahrawi, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri KLH Siti Nurbaya Bakar dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

"Mereka ini yang dianggap kinerja terburuk dalam kabinet Jokowi-JK," kata CEO LKP Usman Rachman, dalam jumpa pers di Pulau Dua Restoran, Jakarta.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP