Menkeu Sri Mulyani harap pengangkatan Perry Warjiyo redam gejolak pasar
Merdeka.com - Perry Warjiyo resmi menduduki jabatan baru sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry menggantikan Agus Martowardojo yang telah habis masa jabatannya pada 23 Mei 2018 kemarin.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan kepemimpinan Perry di bank sentral diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi pasar. Terutama di tengah gejolak nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami dari pemerintah mendukung sepenuhnya dan memberikan support kepada Pak Perry untuk bisa menjalankan tugas sebagai bank sentral, secara efektif, kredibel dan bisa memberikan juga kepemimpinan yang menenangkan masyarakat, pasar maupun dalam lingkungan BI," ujar dia di Gedung MA, Jakarta, Kamis (24/5).
Dalam situasi seperti saat ini, lanjut dia, pemerintah harus fokus untuk menjaga stabilitas makro ekonomi. Oleh sebab itu, perlu adanya dukungan dari instansi lain seperti BI.
"Kita sekarang kalau lihat suasana harus fokus pada stabilitas sehingga tidak menimbulkan situasi yang dianggap tidak sustainable. Jadi fokus bersama-bersama BI adalah menciptakan suatu stabilitas dalam menjaga keberlangsungan dari upaya-upaya pembangunan," kata dia.
Menteri Sri Mulyani menyatakan, pemerintah juga siap bekerja sama dengan BI di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo. Dia berharap kerjasama ini bisa terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi ke depan.
"Saya siap bekerja sama secara penuh dan kuat bersama Pak Perry di dalam era baru ini. Dan pemerintah tentu akan terus melakukan kebijakan-kebijakan, respon terhadap kondisi yang ada secara cepat, termasuk melakukan tindakan-tindakan penyesuaian," tandas dia.
Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya